Sekali-kali ngomongin cinta ahhh… Ga papa kan? heuheuh…Itulah enaknya jadi Remaja, kalo ngomongin cinta gak ada yang protes. Paling-paling komentarnya: “halah, biasalah anak muda”. Coba kalo orang dewasa yang cerita, pasti dibilang udah kebelet pengen nikah (padahal, ah biasa aja!). Lagian ngomongin cinta gak akan ada habisnya. Sampe jadi engkong-engkong pun cinta tetep asyik buat dibahas. Tul nggak??


Well, CINTA…

5 huruf ini punya kekuatan yang : S-U-P-E-R !! (pake gayanya Om Mario Teguh). Gimana nggak? karena cinta, seorang raja bisa jadi hamba sahaya. Karena cinta, yang lemah bisa jadi pahlawan. Karena cinta, kita lahir ke dunia. Karena cinta, kita ada di jalan dakwah. Semua karena cinta….semua karena cinta….(loh koq jadi nyanyi??)

Ehem..mau cerita…
Ada loh orang yang takut jatuh cinta. Dia tuh takut banget yang namanya mencintai dan dicintai. Tanya kenapa?? Usut punya usut, ternyata dia takut menyakiti dan takut tersakiti.

Kalo dipikir-pikir, ngapain juga takut mencintai, toh ga ada satu pun makhluk di dunia ini kecuali Alloh sudah menanamkan rasa cinta di hatinya. Kenapa juga takut menyakiti? Kalo memang kekhilafan dalam diri qta ngebuat orang lain tersakiti, maka Alloh adalah sebaik-baik pemberi maaf dan Maha luas ampunanNya. Trus kenapa takut tersakiti? Jadikan sabar dan sholat sebagai penolong, karena para Anbiya’ dan Rasul pun juga disakiti oleh kaumnya.

Tapi Alhamdulillah sekarang dia dah sadar, kalo mencintai dan dicintai itu fitrah. Menyakiti dan tersakiti itu juga dah biasa. Hidup kan memang gak selalu berjalan mulus. Akan ada kerikil-kerikil tajam yang sakit kalo keinjek. Makanya, kalo qta ada salah en nyakitin seseorang ya buru-buru minta maaf. Trus kalo kitanya yang disakitin, alangkah indahnya kalo kita ikhlas memaafkan. Gitu kali ya teorinya? Tapi, susah nerapinnya…Huuff…But, susah bukan berarti gak bisa kan??? InsyaAlloh….

Lagian nieh, kalo cinta kita itu murni KARENA ALLOH, gak akan ada tuh takut mencintai, takut dicintai, takut menyakiti or takut tersakiti (banyak amat yak takutnya??). Karena, yang dia harapkan cuma CINTA ALLOH. Muaranya itu Alloh, PEMILIK SEGALA CINTA. Andaikan yang dikejar itu cinta makhluk, kalo gak kesampean bakal kecewa, sengsara, merana, menderita, patah hati (bahkan ada yang sampe bunuh diri. iihh…Na’udzubillah banget!). Tapi, kalo cinta sama Alloh, DIJAMIN BAKALAN DIBALES!! Alloh itu cintanya luaaaassss….Bisa ngasih ke semua makhluknya dengan ADIL!! Lha, kalo manusia??? Pasti ada kecenderungannya, pilih kasihnya, ato sering bertepuk sebelah tangannya.

Trus, gak boleh cinta ke manusia??? Ya boleh laaaah. Tapi alangkah indahnya kalo semua cinta dibingkai hanya karenaNYA saja. KENAPA? Karena kita akan dapet BANYAAAAK CINTA!! Selain dapet cinta Allah, Allah akan menggerakkan hati orang yang kita cintai itu untuk mencintai kita. Yang lebih keren lagi neh, Alloh akan ngumumin pada makhluk langit dan bumi kalo Allah mencintai kita. Benerah loh!!

Dalam sebuah Hadits Qudsy yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Allah, bila mencinta seorang hamba, Dia akan memanggil malaikat Jibril AS lalu berfirman; Aku mencintai si Fulan, maka cintailah dia! Malaikat Jibril pun mencintainya dan menyeru dari batang arasy ke langit dunia, katanya, Allah mencinta si Fulan, kalian semua cintailah dia. Maka penghuni langit pun mencintainya.” Rasulullah melanjutkan, “Kemudian diletakkan penerimaan baginya di dunia.” Tuh, DAHSYAT kann??

Alloh-lah sebenarnya aktor cinta paling ulung, pencinta yang mampu membuat langit terpecah, menyebabkan segenap malaikat sibuk luar biasa dan raungan menghunjam bumi.

“Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.” (HR. Muslim) Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Ahmad).
Seperti apa sih cinta karena Allah itu? InsyaAlloh, cinta karena Alloh itu mencintai seseorang lantaran ketaatannya pada Alloh Azza wa Jalla, istilahnya, cinta di jalan Alloh. Biasanya seseorang cinta sama lawan jenis karena memang orang itu suka ato tertarik pada pasangan jenisnya saja (misalnya neh, karena kecantikan/ketampanan, pinter, kaya, ato hal lain yang menarik baginya. Dan tidak didasarkan cinta karena Alloh Tabaaroka wa Ta’aalaa). Hal itu bisa dilihat dari motif dasar dia mencintainya. Apakah dasarnya agama dan keshalihannya ataukah yang ‘dalem kurung’ tadi?

Trus, gimana cara ngedapetin cinta Alloh??? “Katakanlah! Jika kamu [benar-benar] mencinta Allah, ikutilah aku [Muhammad] niscaya Allah mencintai serta mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Katakanlah! Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, sesungguhnya Allah tidak mencinta orang-orang kafir” [QS: Ali Imron: 31-32]. Cintai Dia dengan sebenar-benarnya cinta, kemurnian cinta dan ketulusan cinta, seindah-indahnya cinta, cinta teristimewa, cinta yang paling sempurna, tanpa cacat, tanpa noda, tanpa henti, tak bertepi.

Karena Maha Tahu, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa dengan amat mudah dapat membedakan hamba yang benar-benar mencintai-Nya dengan hamba yang cuma pura-pura cinta karena pamrih. Bila kita cinta Dia, maka seluruh penghuni langit dan bumi akan memperlakukan kita sebagai kekasih mereka sendiri.


Bookmark and Share

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati