Archives

Kegelapan di Laut Dalam - Keajaiban Ilmiah Al Qur'an

Gambar 15. Antara 3 hingga 30 persen cahaya matahari dipantulkan oleh permukaan laut. Selanjutnya, hampir semua warna dari spektrum cahaya akan diserap secara berturut-turut pada 200 meter pertama, kecuali warna biru.

Gambar 15. Antara 3 hingga 30 persen cahaya matahari dipantulkan oleh permukaan laut. Selanjutnya, hampir semua warna dari spektrum cahaya akan diserap secara berturut-turut pada 200 meter pertama, kecuali warna biru. (Oceans, Elder dan Perneta, hal. 27) 




Gambar 16. Ombak dalam pada batas pertemuan dua lapisan air yang berbeda kepekatan. Satu lapisan pekat (di bawah) dan yang lainnya lebih encer (di atas). (Oceanography, Gross, hal. 204)


Gambar 16. Ombak dalam pada batas pertemuan dua lapisan air yang berbeda kepekatan. Satu lapisan pekat (di bawah) dan yang lainnya lebih encer (di atas). (Oceanography, Gross, hal. 204) 




Allah berfirman di dalam Al Qur'an
أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ۚ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا ۗ وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ
Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. (Al Qur'an, An-Nuur, 24:40) 

Ayat ini menyebutkan kegelapan yang dapat ditemukan di laut dalam, di mana jika seseorang menjulurkan tangan ia tak akan bisa melihatnya. Kegelapan di dalam lautan dan samudera ditemukan sekitar kedalaman 200 meter ke bawah. Pada kedalaman ini, hampir-hampir tidak ada cahaya lagi (lihat gambar 15). Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak ada cahaya sama sekali.
Manusia tidak berkemampuan menyelam lebih dari kedalaman 40 meter tanpa bantuan kapal selam atau peralatan khusus. Manusia tak akan bertahan tanpa perlengkapan di bagian gelap dari lautan, semisal pada kedalaman 200 meter.
Gelapnya kedalaman laut ini hanya diketahui oleh para ilmuwan di masa sekarang melalui berbagai peralatan khusus dan kapal atau peralatan selam yang memungkinkan mereka menyelam ke kedalaman lautan.
Tanpa peralatan khusus, tidak mungkin manusia di jaman Nabi Muhammad mengetahui bagaimana bentuk kegelapan di dalam lautan. Ini membuktikan bahwa Al Qur'an diturunkan oleh Allah Yang Maha Mengetahui.
Kita juga melihat dalam penggalan kalimat dari ayat di atas yang berbunyi: "...yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan;" bahwa air di laut yang dalam diliputi oleh ombak dan di atas ombak ini ada ombak lain. Sangat jelas bagi kita bahwa lapisan ombak yang ke dua ini adalah ombak di permukaan laut yang biasa kita lihat, karena ayat tersebut menyebutkan adanya awan di atasnya. Tetapi bagaimana dengan ombak yang disebutkan pertama? Adakah ombak lain di bawah permukaan laut?
Para ilmuwan telah menemukan pada masa sekarang adanya ombak dalam (internal waves) yang "terjadi pada batas pertemuan dua lapisan air yang memiliki perbedaan kepekatan." (lihat gambar 16).
Ombak dalam terjadi pada permukaan lapisan air di kedalaman lautan karena ia memiliki kepekatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan air di atasnya. Ombak dalam berperilaku mirip ombak permukaan. Ia juga bisa pecah seperti ombak di permukaan laut. Namun ombak dalam tidak bisa terlihat oleh mata biasa. Ia hanya bisa dideteksi melalui peralatan canggih dengan mempelajari perubahan suhu dan kandungan garam pada suatu lokasi tertentu.

Read More......
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Mumpung Masih Diberi Waktu


Oleh: Gede Prama 

Setiap mengakhiri sebuah tahun, semua orang dihadang oleh sebuah kenyataan betapa cepatnya sang waktu berputar dan berlalu. Dan secara tiba-tiba, baru sadar ketika ada sahabat atau kerabat yang dipanggil kematian. Di situ kita baru merenung, kita masih diberi sisa waktu.
Mungkin Anda punya kenangan tersendiri dengan tahun 2001, demikian juga saya. Ada sejumlah catatan dan jejak waktu yang tertulis dalam sejarah saya di tahun 2001. Ada kejadian diangkat menjadi presiden direktur sebuah perusahaan swasta dengan dua ribuan karyawan di awal tahun, dan di akhir tahun diangkat lagi oleh sang kehidupan untuk menjadi presiden direktur sebuah perusahaan dengan empat puluh ribuan karyawan. Ada juga catatan-catatan yang menyedihkan seperti pernah diteror orang, didatangi karyawan yang marah sambil mengancam manajernya dibunuh di depan saya. Dan masih ada lagi catatan lain yang terlalu panjang untuk diceritakan. Boleh saja ada orang yang berdecak kagum, atau menyimpan kebencian setelah melihat catatan ini. Namun, bagi saya pribadi ada yang jauh lebih membanggakan dari diangkatnya saya oleh sang kehidupan dua kali di tahu 2001 di posisi tertinggi. Setelah mencoba beberapa kali di tahun-tahun sebelumnya, baru di tahun 2001 saya berhasil menemani sahabat-sahabat muslim berpuasa sebulan penuh. Inilah prestasi yang paling saya banggakan di tahun 2001.

Mirip dengan kejadian sebelumnya, di mana sejumlah sahabat mengira saya seorang kristiani ketika banyak menulis soal cinta dan kasih sayang, ada juga yang mengira saya seorang buddis ketika mereka tahu kalau saya seorang vegetarian, demikian juga dengan kegiatan berpuasa sebulan tadi. Bawahan di kantor yang biasa melayani saya membelikan makan siang, ada yang berbisik kalau saya sudah menjadi seorang muslim. Tentu saja semuanya hanya saya jawab dengan senyuman. Dan ada yang lebih penting dari sekadar memasukkan kegiatan-kegiatan membanggakan ini ke dalam kotak dan judul tertentu. Yakni, bagaimana sang waktu diisi.
Kadang ada anggota keluarga – terutama isteri – yang kasihan melihat saya menempuh jalan-jalan kehidupan seperti ini. Dulu, ketika berada pada kehidupan yang amat di bawah dan amat jarang bisa membeli daging, bermimpi bisa makan daging setiap hari. Sekarang, ketika membeli daging bukan lagi menjadi sebuah kegiatan yang teramat sulit untuk dilakukan, tiba-tiba saya memutuskan hubungan dengan kegiatan makan daging. Dulu, ketika makan adalah sebuah kemewahan dan hiburan yang amat menyenangkan. Sekarang ketika membeli makanan adalah sebuah perkara kecil, malah berpuasa dalam waktu sebulan. Demikianlah kira-kira isteri saya kadang mengeluh di rumah. Dan semua keluhan ini hanya saya jawab dengan senyuman sederhana plus kalimat sederhana : mumpung masih diberi waktu.
Serupa dengan lagu indah Ebiet G. Ade yang berjudul ‘Masih ada waktu’, hidup memang sebuah perjalanan abadi. Hanya karena kehendakNya, kita masih bisa melihat matahari. Ebiet memberikan kita sebuah alternatif yang layak untuk direnungkan : bersujud. Satu spirit dengan saran bersujud ala Ebiet, Kahlil Gibran dalam The Prophet pernah menulis : ‘your daily life is your temple and your religion’. Kehidupan sehari-hari Anda adalah tempat sembahyang sekaligus ‘agama’ Anda. Sulit membayangkan, bagaimana seseorang yang menyebut dirinya beragama tetapi setiap hari pekerjaannya hanya menyakiti hati orang lain. Susah dimengerti, kalau ada orang yang datang ke tempat ibadah demikian rajinnya, atau menyumbangkan dana besar untuk pembuatan tempat ibadah, tetapi hampir setiap hari mencuri uang orang lain.
Dalam bingkai-bingkai Ebiet dan Gibran, mungkin lebih menyentuh hati orang-orang biasa yang tidak pernah menyumbang, tidak pernah menyebutkan agamanya, tetapi mengisi waktu-waktunya dengan cinta dan kasih sayang. Atau orang-orang yang namanya tidak pernah menghiasi media, tidak dikenal siapapun, namun mengisi hari-harinya dengan senyuman buat kehidupan. Atau orang yang tidak pernah menduduki satu kursi jabatanpun, tidak menyandang gelar apapun, namun menunjukkan keteladanan-keteladanan kehidupan yang mengagumkan.
Terinspirasi dari pemikiran-pemikiran orang seperti Ebiet dan Gibran inilah, saya merelakan diri hidup dalam jalur-jalur yang oleh kebanyakan orang disebut menyengsarakan. Tidak untuk gagah-gagahan, tidak juga karena haus akan pujian, akan tetapi melalui solidaritas, disiplin diri, kesederhanaan saya sedang mengukir sang hidup dengan catatan-catatan waktu. Dan ketika suatu waktu putera puteri saya, atau orang lain membuka serta membacanya, mereka akan tahu, pernah ada seorang ayah atau seorang penulis yang hidup dengan tingkat solidaritas dan disiplin diri tenrtentu. Kemudian, membuahkan kehidupan yang hanya mengenal bersujud di depan Tuhan.
Sebagai orang yang bergaul ke mana-mana, kerap saya diberikan banyak kartu nama oleh banyak orang, lengkap dengan jabatan mentereng di bawah nama yang bersangkutan. Ini membuat saya berimajinasi, kalau suatu saat saya bisa memiliki sebuah kartu nama, di mana di bawah nama saya ada jabatan yang bisa mewakili kesukaan saya untuk bersujud di depan Tuhan. Mimpi ini muncul di kepala karena teringat oleh salah satu tulisan Gibran dalam The Prophet : ‘beauty is life when life unveils her holy face (kecantikan adalah kehidupan yang wajah sucinya terungkap). Dan saya berterimakasih bisa mengetahuinya ketika Tuhan masih memberi cukup waktu.

Read More......
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Menemukan Harta Karun Termahal


Oleh: Gede Prama 

Salah satu jenis film tontonan yang kerap saya lihat dulu ketika berumur masih amat muda, adalah perjalanan sejumlah orang mencari harta karun di tempat yang amat jauh. Menarik, seru dan menegangkan, itulah alasan kami ketika itu duduk di bioskop atau di depan tv ber jam-jam. Menarik, karena menghadirkan pengalaman perjalanan yang disertai pemandangan daerah pedalaman yang indah. Seru, sebab disertai adegan-adegan yang susah ditebak arahnya. Menegangkan, terutama karena serangkaian tantangan berat senantiasa menghadang di depan mata.

Ketika itu, tidak pernah terbayangkan sedikitpun kalau perjalanan hidup ini amat serupa dengan perjalanan mencari harta karun. Menarik, tentu saja karena pemandangan-pemandangan yang hadir di depan mata demikian bervariasi. Demikian menarik dan asiknya, sampai-sampai ada banyak sekali orang yang tidak sadar kalau satu tahun sudah berlalu. Atau tiba-tiba baru sadar kalau umur sudah tua, terutama setelah melihat putera-puteri beranjak dewasa. Disamping mengasikkan, ada tidak sedikit manusia yang amat takut kematian. Apa lagi sebabnya kalau bukan karena daya tarik sang hidup yang demikian memikat. Disamping menarik, perjalanan sang hidup juga seru, sebab tidak jarang terjadi kita harus ‘berperang’ dengan banyak kekuatan. Ada perang melawan diri sendiri, ada perang melawan ketidakjujuran, ada perang melawan ketertindasan, dan masih banyak lagi perang lainnya. Dan terakhir tentu saja juga menantang, secara lebih khusus karena tidak seorangpun tahu bagaimana persisnya wajah masa depan. Tiba-tiba tanpa persiapan memadai ia hadir di depan mata.
Bedanya, kalau dalam film-film di atas, jelas dan tegas harta karunlah yang digunakan sebagai sasaran buruan. Dalam perjalanan kehidupan, sasaran buruannya disamping berbeda dari satu orang ke orang yang lain, juga bergerak dan berubah sejalan dengan kedalaman renungan masing-masing.
Ada memang sekumpulan manusia yang seluruh hidupnya hanya digunakan mencari harta dan tahta. Dan bahkan sampai di ujung kehidupanpun masih menangisi harta yang ditinggalkan. Di bagian lain, ada juga manusia yang sama sekali tidak perduli akan harta dan tahta. Satu-satunya yang ia perdulikan hanyalah perjalanan menuju Tuhan. Di antara dua kutub ekstrim ini, kadang ada sisa-sisa renungan yang tercecer. Sekaligus menghadirkan pertanyaan mendasar, apakah yang kita cari dalam perjalanan hidup yang demikian melelahkan ini ?
Bagaimana tidak melelahkan, saya menghabiskan hampir dua puluh tahun duduk di bangku sekolah formal. Bergelut dengan kehidupan kerja hampir enam belas tahun. Berkelana dalam kehidupan pernikahan yang banyak godaan telah delapan belas tahun. Tidak sedikit di antaranya diwarnai air mata kesedihan, perang hati nurani, bahkan kadang mengancam nyawa. Dalam rangkaian perjalanan seperti ini, sangat layak kalau bertanya ulang, apa yang kita cari ?
Entah sampai di tataran pemahaman mana perjalanan Anda sejauh ini, tetapi semakin saya selami dan dalami, semakin saya tahu kalau hidup adalah sebuah perjalanan ke dalam diri. Berbeda dengan harta karun yang harus kita cari, dan membawa kemungkinan terbukanya sebuah penemuan, harta karun kehidupan ada pada proses belajar. Ya sekali lagi ada pada proses belajar. Bukan pada tujuan akhirnya. Ini penting untuk dipahami dan didalami, karena perjalanan menemukan diri sendiri adalah sejenis perjalanan yang tidak mengenal garis finish.
Karena tidak ada titik akhirnya inilah, maka saya menaruh banyak hormat kepada sejumlah pilosopi timur yang menekankan pentingnya hidup di hari ini (living in the now). Tidak sekadar hidup berfoya-foya dan menghabiskan kenikmatan tentunya. Melainkan, hidup penuh kesadaran dan rasa syukur. Pada kesempatan lain, saya memang pernah mengutip tingkatan-tingkatan manusia ala seorang sahabat pengusaha. Dari manusia bodoh, pintar, licik sampai dengan manusia beruntung. Dan konon manusia beruntunglah yang tidak bisa dikalahkan oleh manusia licik.
Bercermin pada pentingnya hidup penuh kesadaran di hari ini, ada manusia yang lebih berbahagia dibandingkan manusia yang beruntung, yakni manusia yang tidak lagi terikat pada apapun. Ketika dipuja karena berada di atas, ia yakin harta dan tahtalah yang dipuja orang. Tatkala dihina karena jatuh ke lumpur kehidupan, ketiadaan harta dan tahta yang membuatnya jadi demikian. Dengan kata lain, diri ini yang sebenarnya tidaklah pernah disentuh pujian dan makian. Oleh karena itu, kenapa mesti gembira ketika dipuji dan menangis ketika dimaki ? Demikianlah pilihan sikap manusia-manusia langka yang sudah bebas dari keterikatan.
Tidak ada satu kekuatanpun yang bisa mendikte orang jenis terakhir. Ketika sibuk dalam kerja ia menikmati kerjanya dengan suka cita. Tatkala PHK menghadang ia habiskan waktunya untuk belajar pilosopi dan agama. Mana kala anak-anak masih kecil, kita ajak mereka hidup dalam tawa dan canda. Dan bila mereka sudah besar dan mandiri, kalau dibantu hidup syukur, kalau tidak dibantu bisa jadi jalan hidup sudah seperti itu.
Dalam hidup yang tidak lagi dibelenggu keterikatan, yang ada hanyalah kebebasan dan keikhlasan di depan Tuhan. Entah Anda setuju entah tidak, sampai dengan perjalanan hidup saya sekarang, inilah berkah dan harta karun terbesar yang pernah diberikan ke saya. Dengan kerendahan hati di depan Tuhan, saya hanya bisa berucap lirih : ‘terima kasih Tuhan !’.


Read More......
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Meraih Harta Dengan Cinta


Oleh: Gede Prama  
Tidak sedikit manusia sepanjang sejarah, dan mungkin sepanjang zaman, dihadang pertanyaan mendasar : bisakah harta diraih melalui jalan-jalan cinta ? Pertanyaan ini tidak saja menghadang Anda, sayapun dihadang pertanyaan serupa dulu. Tidak sedikit manusia yang ragu, dan bahkan skeptis. Lebih menyedihkan lagi, ada yang meletakkan harta dan cinta dalam posisi berseberangan. Bila mau harta, cinta harus dikorbankan. Jika mau cinta, maka harta akan menjauh. Paling tidak, demikianlah keyakinan banyak orang.

Tanpa bermaksud berseberangan dengan banyak orang, premis dasar saya agak berbeda. Antara harta di satu sisi, dan cinta di lain sisi, tidaklah selalu berada pada posisi berseberangan. Tidak sedikit kehidupan manusia bertutur, keduanya bisa dilakukan secara bersama-sama. Kehidupan sejumlah orang mengagumkan bahkan menunjukkan, harta juga bisa diraih melalui jalur-jalur cinta.
Sebut saja serangkaian kehidupan sejumlah orang yang mengagumkan seperti Konosuke Matsushita dan Mahatma Gandhi. Yang pertama wakil kehidupan yang tinggi di dunia material, yang kedua adalah wakil kehidupan yang tinggi di dunia spiritual. Keduanya adalah wakil dari kehidupan di mana harta (baik material maupun spiritual) bisa berjalan bersama-sama dengan cinta. Matsushita melalui prinsip Man Does Not Live With Bread Alone, tidak saja membuat pemilik prinsipnya menjadi kaya raya secara materi, tetapi juga memberikan inspirasi spiritual pada banyak sekali kehidupan korporasi. Gandhi juga serupa, prinsip anti kekerasan tidak saja membuat sejarah kemerdekaan India jadi legendaris, tetapi menjadi sumber air kejernihan bagi banyak sekali perjuangan umat manusia di seluruh kaki langit. Ada yang menyebut dua kasus di atas sebagai kebetulan yang tidak representatif. Dan saya hargai mereka yang berkeyakinan demikian. Dan kehidupan saya maupun kehidupan sejumlah orang lain bertutur sebaliknya.
Setiap kali pulang sekolah ketika masih kelas satu dan dua SD, saya ambil tempat duduk kecil dan meminta Ibu duduk di sana. Sambil tersenyum Ibu duduk dan memangku saya. Dan dimulailah kegiatan konyol yang membuat banyak sahabat kecil saya berteriak : ‘malu, sudah besar masih menetek !’. Dan ketika Ibu masih hidup, dan menyaksikan bagaimana saya yang memiliki banyak kekurangan ini menggapai sejumlah ketinggian, Ibu berbisik ke saya : ‘kamu pantas sampai di tempat tinggi dalam kehidupan, karena menetek sampai umur delapan tahun’.
Ketika itu, saya hanya menjawabnya dengan senyum, hanya untuk membahagiakan hati Ibu. Namun sekian lama setelah Ibu meninggal, kekuatan-kekuatan cinta Ibu tidak habis sampai ketika saya berhenti menetek. Kekuatan cinta ini menembus batas waktu. Dalam banyak kejadian bahkan terbukti, kehidupan saya ditarik ke tempat-tempat tinggi melalui energi-energi cinta. Salah satunya cinta almarhumah Ibu saya.
Cerita kedua adalah cerita Rich Teerlink sebagai komandan Harley Davidson dalam melakukan turn around. Sebagaimana kita tahu, Teerlink berhasil memutar balikkan sejarah Harley Davidson dari produsen sepeda motor yang jadi pecundang, kembali berdiri tegak menjadi pemenang. Sebagaimana ia tuturkan dalam buku More Than Motor Cycle, kekuatan terbesar yang mendorongnya untuk senantiasa teguh dan kuat mengomandani Harley Davidson adalah pesan Ibunya : ‘semua manusia pada dasarnya sama baiknya’. Ini juga yang membuat banyak negosiasi Teerlink dengan serikat pekerja, serta negosiasi-negosiasi berat lainnya berjalan relatif lancar. Energinya hanya satu : cinta.
Cerita serupa juga menjadi catatan hidup Lee Iacocca, Konosuke Matsushita, Mahatma Gandhi sampai dengan Dalai Lama. Di mana, harta juga bisa digapai melalui jalan-jalan cinta. Catatan ini mengingatkan saya pada seorang penulis jernih bernama Chao-Hsiu Chen. Penulis buku The Bamboo Oracle serta The Body Feng Shui ini pernah menulis : ‘Look at your own life and that your roots, your trunks, your branches and your leaves will live as long as your character is noble. Therefore you can be lucky’. Lihatlah kehidupan Anda. Akar, batang, cabang dan daun-daun Anda akan hidup sejauh Anda memiliki sifat-sifat mulia. Dan karenanya, Anda juga bisa hidup penuh keberuntungan.
Tadinya, saya pikir apa yang disebut dengan The Body Feng Shui adalah bagaimana menyisir rambut, mengenakan pakaian, atau merawat tubuh saja. Ternyata ia lebih mendalam : mengembangkan sifat-sifat mulia. Dan kemuliaan terakhir ini tidak saja bisa membuat orang bisa jadi pendeta, melainkan juga bisa membuat orang hidup penuh keberuntungan.
Sebuah tesis yang menjawab keraguan banyak orang, melalui cinta sebagai awal dari banyak hal-hal mulia, harta juga bisa diraih dalam jumlah yang tidak terbatas. Lebih dari sekadar meraih harta, orang-orang yang meraih harta dengan jalan cinta, bisa meraih dua sukses sekaligus : sukses di perjalanan sukses di tempat tujuan, sukses di dunia sukses juga di surga. Bukankah indah sekali kehidupan yang diwarnai dua sukses sekaligus ?
Anda bebas memilih, akankah dibiarkan cinta berseberangan dengan harta, atau akan meraih harta dengan jalan-jalan cinta. Apapun pilihan Anda saya hargai. Dan sejalan dengan Chao-Hsiu Chen melalui kearifan-kearifan bambunya yang menyebutkan bahwa the greatest peace in modesty, the greatest modesty in silence, ketika tulisan ini sedang dibuat saya sedang merangkum dua kontroversi ini dalam inti sari keheningan.

Read More......
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Memaafkan Itu Menyembuhkan


Oleh: Gede Prama
Kolam kebencian tidak bertepi, mungkin itu sebutan yang cocok untuk tahun 2001. Ada kebencian terhadap Amerika karena menyerang Afghanistan, ada kebencian terhadap Osama karena dituduh menghancurkan gedung WTC New York, ada kebencian terhadap pemerintah karena tidak menunjukkan kinerja yang meyakinkan, ada kebencian terhadap DPR karena tidak habis-habisnya dilanda skandal, ada kebencian terhadap suku atau agama lain karena terlibat perang dan kerusuhan, ada kebencian terhadap pengusaha besar karena dicurigai mencuri uang negara, ada kebencian terhadap oknum aparat yang tidak berhenti-berhenti korupsi, dan masih banyak lagi daftar kebencian lainnya.

Apa yang bisa diproduksi oleh kebencian ? Kita bisa lihat sendiri disamping pengangguran yang berjumlah puluhan juta orang, juga secara amat meyakinkan kita sedang memproduksi masa depan yang amat menakutkan. Tidak hanya pernikahan yang beranak pinak, kebencian bahkan bisa menghasilkan anak, cucu, cicit dengan wajah-wajah yang lebih menakutkan. Lihatlah sejarah, di sana sudah tertulis banyak sekali catatan tentang kebencian yang beranak pinak, dan kemudian menghasilkan kehidupan yang mengerikan.
Mirip dengan sebuah cerita Zen tentang dua orang pendeta yang mau berenang menyeberangi sungai. Tiba-tiba ada wanita cantik yang berteriak di belakang meminta digendong. Dan pendeta lebih tuapun menyanggupinya. Dua jam setelah kejadian itu berlalu, pendeta yang lebih muda bertanya : ‘kenapa abang sebagai pendeta mau menggendong wanita cantik tadi ?’. Dengan sedikit kesal pendeta tua berucap : ‘saya sudah menurunkan tubuh wanita tadi dua jam yang lalu, namun kamu menggendongnya sampai dengan sekarang’.
Demikianlah cara kerja kebencian. Oleh karena sebuah atau beberapa kejadian yang sudah lewat di masa lalu – sebagian bahkan sudah lewat ratusan tahun yang lalu – sebagian orang menggendong kebencian bahkan sampai ketika dipanggil sang kematian. Sehingga praktis seumur hidup orang-orang seperti itu isi waktunya hanya kebencian, kebencian dan hanya kebencian. Anda pasti sudah tahu sendiri akibat yang ditimbulkan oleh semua itu. Jangankan doa dan perjalanan menuju Tuhan, tubuh dan jiwanya sendiri pasti dikunjungi berbagai macam penyakit.
Dalam keadaan begini, tidak ada pilihan lain terkecuali belajar dan mendidik diri untuk melupakan kebencian serta mulai memaafkan orang lain. Ya sekali lagi memaafkan orang lain. Inilah sebuah kegiatan yang amat sulit di zaman ini. Berat, sulit, tidak mungkin, tidak bisa itulah rangkaian stempel yang diberikan kepada seluruh upaya untuk memaafkan orang lain. Saya bahkan menemukan orang-orang dengan beban tidak bisa memaafkan dalam jumlah yang tidak terhitung.
Sehingga ini semua menyisakan pekerjaan rumah yang besar bagi saya (dan mungkin juga Anda), terutama bagaimana berjalan dalam hidup dengan sesedikit mungkin beban kebencian. Di titik ini, mungkin ada manfaatnya mengutip apa yang pernah ditulis Rabindranath Tagore dalam The Heart of God : ‘when the far and the near will kiss each other, and life will be one in love’. Bila yang jauh berciuman dengan yang dekat, maka kehidupan menyatu dalam cinta. Mungkin kedengarannya puitis sekaligus mengundang alis berkerut.
Yang jauh, setidaknya menurut saya, adalah kejadian-kejadian di masa lalu sekaligus harapan-harapan kita akan masa depan. Yang dekat adalah kehidupan kita yang riil dan nyata di hari ini. Dan keduanya tidak mungkin disatukan oleh kebencian. Ia jauh lebih mungkin dijembatani oleh kesediaan untuk memaafkan. Dan dari sinilah lahir bibit-bibit unggul cinta buat sang kehidupan.
Dan bibit-bibit unggul cinta ini, mungkin saja bisa menyembuhkan orang yang dimaafkan. Tetapi yang jelas, kegiatan memaafkan pasti menyembuhkan siapa saja yang mau dan rela memaafkan. Seperti baru saja meletakkan beban berat yang lama tergendong di bahu, demikianlah rasanya ketika kita rela memaafkan orang lain. Keyakinan ini bukannya tanpa bukti, Bernie Siegel dalam karya best seller-nya yang berjudul Love, Medicine and Miracles mengajukan sebuah bukti meyakinkan. Sebagaimana ia tulis secara amat percaya diri di halaman 202 bukunya, Siegel telah mengkoleksi 57 kasus keajaiban kanker. Di mana ke lima puluh tujuh orang ini sudah positif terkena kanker, dan begitu mereka menghentikan secara total dan radikal kebencian, depresinya menurun drastis, dan yang paling penting tumornya mulai menyusut. Sebagai kesimpulan, Siegel menulis : ‘when you give love, you receive it at the same time. And letting go of the past and forgiving everyone and everything sure helps you not to be afraid’. Ketika Anda memberi maaf, Anda juga menerimanya pada saat yang sama. Dan kesediaan untuk melepas masa lalu dengan cara memaafkan, secara meyakinkan membantu Anda keluar dari kekhawatiran.
Dan mohon dicatat kalau kesimpulan ini datang dari Berni Siegel yang nota bene salah seorang ahli bedah di Amerika sana. Kembali ke cerita awal tentang lautan kebencian yang tidak bertepi, bila kita sepakat agar republik ini secepat mungkin mengalami penyembuhan, bisa jadi saran Siegel ini layak direnungkan kembali. Saya dan Anda mungkin bukan penentu di republik ini, tetapi kita bisa memulainya dengan kehidupan kita masing-masing. Entah itu memaafkan isteri, suami, musuh, diri sendiri, atau siapa saja. Seperti telah diingatkan Rabindranath Tagore, bukankah itu bisa membuat sang kehidupan menyatu dalam cinta ?

Read More......
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Jatuh Cinta Sebagai Kejadian Spiritual


Oleh: Gede Prama
Setiap orang pernah jatuh cinta. Umumnya, jatuh cinta itu terjadi pada orang dengan lawan jenis. Tidak ada satupun kata-kata yang bisa mewakili perasaan jatuh cinta. Sebutlah kata senang, gembira, bahagia, bergetar, berdebar, takut kehilangan, cemburu, ingin selalu bersama, semua terlihat bersinar dan menyenangkan, tetap saja tidak bisa mewakili seluruh nuansa jatuh cinta.

Biasanya yang lama diingat orang melalui kejadian-kejadian jatuh cinta adalah perasaan-perasaan yang ada di dalam. Memegang tangan pasangan saja membuat jantung berdebar. Melihat matanya yang dibalut senyum bisa membuat terkenang-kenang selamanya. Kata-kata pertama yang menunjukkan lawan jenis kita tertarik dan jatuh cinta pada kita, bisa menjadi satu rangkaian kalimat yang terdengar di telinga setiap hari. Memperhatikan rambut, tata krama, cara berpakaian, cara bicara lawan jenis kita, semuanya tampak pas dan sempurna. Dan pada akhirnya membuat kita seperti memiliki dunia ini seorang diri.
Inilah rangkaian hal yang membuat cinta diidentikkan dengan perasaan (feeling). Banyak sudah lagu, film, sinetron, novel, syair, puisi yang lahir dari sumber cinta sebagai perasaan. Kalau kemudian banyak yang memberikan kesan cinta itu cengeng, lemah, tangisan dan sejenisnya, itu hanyalah sepenggal pemahaman tentang cinta sebagai perasaan.
Ada dimensi kedua dari cinta yang layak dicermati setelah cinta sebagai perasaan, yakni cinta sebagai sebuah kekuatan (power). Coba perhatikan pengalaman jatuh cinta kita masing-masing. Ada kekuatan maha dahsyat yang ada di dalam diri, yang membuat badan dan jiwa ini demikian perkasanya. Seolah-olah disuruh memindahkan gunungpun rasanya bisa. Hampir tidak ada penugasan dari lawan jenis yang kita cintai yang tidak bisa diselesaikan. Mulut ini seperti dengan cepatnya berteriak : bisa !
Bermula dari pemahaman seperti inilah maka Deepak Chopra dalam The Path To Love, menyebut bahwa jatuh cinta adalah sebuah kejadian spiritual. Ia tidak semata-mata bertemunya dua hati yang cocok kemudian menghasilkan jantung yang berdebar-debar. Ia adalah tanda-tanda hadirnya sebuah kekuatan yang dahsyat. Persoalannya kemudian, untuk apa kekuatan dahsyat tadi dilakukan.
Kaum agamawan nan bijaksana menggunakan kekuatan terakhir sebagai sarana untuk bertemu Tuhan. Usahawan yang berhasil menggunakan tenaga maha besar ini untuk menekuni seluruh pekerjaannya. Ibu yang mencintai keluarganya mengabdikan seluruh tenaganya untuk mencintai anak dan suaminya. Pekerja yang menyadari kekuatan ini menggunakannya untuk bekerja mencari harta di jalan-jalan cinta. Banyak orang yang dijemput keajaiban karena kemampuan untuk membangkitkan tenaga maha dahsyat ini.
Anda bisa bayangkan, tentara Inggris yang demikian perkasa harus pergi dari India karena kekuatan cinta Mahatma Gandhi beserta pejuang lainnya. Negeri ini dideklarasikan secara amat gagah berani melalui cinta duet Sukarno-Hatta. Demokrasi Amerika berutang amat banyak pada cinta George Washington. Raksasa elektronika Matsushita Electric dibangun di atas tiang-tiang cinta Konosuke Matsushita. Microsoft sampai sekarang masih dipangku oleh kecintaan manusia luar biasa yang bernama Bill Gates. Sulit membayangkan bagaimana seorang Jenderal besar Sudirman bisa memimpin pasukan melawan Belanda dengan badan yang sakit-sakitan, kalau tanpa modal cinta yang mengagumkan. Wanita perkasa dengan nama Kartini mengambil resiko yang demikian tinggi untuk mengangkat derajat kaumnya, apa lagi yang ada di baliknya kalau bukan kekuatan-kekuatan cinta.
Boleh saja Anda menyebut rangkaian bukti ini sebagai serangkaian kebetulan, tetapi saya lebih setuju dengan Deepak Chopra yang menyebut bahwa jatuh cinta adalah sebuah kejadian spiritual. Dari sinilah sang kehidupan kemudian menarik kita tinggi-tinggi ke rangkaian realita yang oleh pikiran biasa disebut luar biasa. Di bagian lain bukunya, Chopra menulis : ‘merging with another person is an illusion, merging with the Self is the supreme reality’. Bergabung dengan orang lain hanyalah sebuah ilusi, tapi bergabung dengan sang Diri yang sejati, itulah sebuah realita yang maha utama.
Jatuh cinta sebagai kejadian spiritual, yang dituju adalah bergabungnya diri kita dengan Diri yang sejati. Ada yang menyebut Diri sejati terakhir dengan sebutan Tuhan, ada yang memberinya sebutan kebenaran, ada yang menyebutnya dengan inner life, dan masih banyak lagi sebutan lainnya. Apapun nama dan sebutannya, ketika Anda menemukannya, kata manapun tidak bisa mewakilinya. Yang ada hanya : ahhhhh !
Serupa dengan pengalaman jatuh cinta ketika kita masih muda, di mana semua unsur badan dan jiwa ini demikian kuat dan perkasanya, demikian juga dengan jatuh cinta sebagai kejadian spiritual. Ia mendamaikan, menggembirakan, mencerahkan, mengagumkan dan menakjubkan. Dan yang paling penting, semuanya kelihatan serba sempurna. Air sungai, daun di pohon, desir angin, suara ombak, wajah pegunungan, demikian juga dengan pekerjaan, keluarga, atasan, bawahan. Seorang sahabat yang kerap jatuh cinta seperti ini, pernah mengungkapkan, dalam keadaan jatuh cinta, setiap lembar daun di pohon apapun terlihat seperti sehalaman buku suci yang penuh inspirasi. Setiap hembusan angin adalah pelukan-pelukan tangan kekasih yang amat menyentuh. Setiap suara air adalah nyanyian-nyanyian rindu yang menyentuh kalbu. Anda tertarik ?



Read More......
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

SARAN SEORANG TEMAN

Setelah berhasil menaklukkan Sultan Yazid Khan dan pasukannya, kelaliman
Timurleng semakin merajalela. Setiap kali singgah disuatu kota,dia dan anak buahnya
pasti akan membikin keonaran. Mereka merampas harta benda penduduk dengan
sesukanya,bahkan tidak segan-segan membunuh siapa saja yang berani melawan mereka.
Beruntung sekali Nasrudin mempunyai hubungan yang biak dengan sang tiran,
sehingga kotanya selamat dari kejahatan dan pengrusakan.
Pernah suatu hari, nasrudin bermaksud menghadiahi Timurleng tiga butir buah
semangka yang tampak segar. Setelah meletakkannya di atas nampan, nasrudin lalu
membawanya kekediaman Timurleng. Di tengah jalan, tiga butir buah semangka tersebut
selalu bergerak-gerak di atas nampan.
“Hai, tenanglah di tempatmu, Kalau tidak akan ku makan kamu,” kata nasrudin
kesal.
Tetapi setiap kali Nasrudin melangkah, buah semangka itu selalu bergerak-gerak,
karena tidak sabar, nasrudin akhirnya memakan yang dua butir. Dengan demikian, hanya
tinggal sebutir yang akan dia berikan kepada Timurleng, ditambah dengan sekeranjang
tebu.
Di tengah perjalanan nasrudin bertemu dengan temannya, yang kemudian
menyarankan supaya mengganti tebu dengan buah tin.
Menurut temannya, buah tin lebih pantas diberikan kepada Timurleng daripada
tebu.
Setelah dipikir-pikir, akhirnya nasrudin menyetujui saran temannya tersebut dan
menggantinya dengan buah tin.
Celaka, ternyata si tiran tidak suka hadiah yang diberikan Nasrudin. Dia bahkan
merasa merasa terhina oleh hadiah tersebut, maka dia perintahkan pengawalnya untuk
menghantamkan buah tin tersebut kepada kepala dan wajah Nasrudin.
Sambil menahan rasa sakit, Nasrudin mencoba berkata dengan suara lirih : “Syukur
alhamdulillah”
Rupanya Timurleng mendengarnya, dia tersentak kaget
“Hai! Dalam keadaan demikian mengapa kamu malah bersyukur ?” tanya
Timurleng
“Benar, baginda”, jawab Nasrudin, “Ketika berangkat dari rumah, aku membawa
hadiah untuk baginda sekeranjang tebu dan tiga butir semangka matang, yang kemudian
hanya tinggal satu butir, kemudian di tengah jalan, aku bertemu temanku dan
menyarankan mengganti buah semangka tersebut dengan buah tin,beruntung aku mau
menuruti sarannya, coba kalau tidak kepalaku akan memar, mataku akan buta, dan
hidungku akan pecah dihantam batang-batang tebu. Jadi sudah seharusnya aku bersyukur
pada Allah atas pertolonganNya yang aneh ini.”

Read More......
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Management Waktu

1.a. Mengapa Waktu Harus di Manage ???


Pentingnya me-manage waktu :
1) Agar dapat mencapai tujuan hidup saya
Modal waktu setiap manusia adalah sama, yang berbeda adalah cara mengisi waktunya. Orang yang sukses akan mengisi waktunya dengan sesuatu yang tidak disukai oleh orang yang gagal. Maka makna dari suatu waktu akan tergantung dengan apa kita mengisi waktu tersebut.
2) Agar dapat menunaikan hak-hak orang lain yang ada dalam diri saya
Allah memiliki hak atas diri kita, orang tua memiliki hak atas diri kita, muslim lain memiliki hak atas diri kita, keluarga kita memiliki hak atas diri kita, tubuh kita memiliki hak atas diri kita. Seorang Muslim adalah orang yang dapat menunaikan seluruh hak-hak tersebut diatas.

1.b. Prinsip-prinsip Dasar Pemanfaatan Waktu


· Disiplin Waktu.
Yaitu ketepatan waktu dalam kehadiran dan penyelesaian tugas.
o Ketidak disiplinan waktu adalah sumber kegagalan
o Ketidak disiplinan waktu akan membebani orang lain
· Meningkatkan Kualitas Pengisian Waktu
Cobalah selalu bekerja lebih keras. Kita bisa meningkatkan hasil antara 10 hingga 15 % dengan melakukan usaha sedikit lebih. Jika Anda berencana untuk membaca sejumlah halaman tertenu atau bekerja hingga jam tertentu, Anda bisa memaksa diri melakukan sesuatu lebih sedikit dari itu. Kebiasaan ini dapat meningkatkan produksi dan membantu keberhasilan. Karena tugas selalu lebih banyak dari waktu yang tersedia, kebiasaan ini bisa membuat kita lebih produktif dan menguntungkan.
· Jangan tangguhkan pekerjaan hingga esok
Jika Anda menangguhkan suatu pekerjaan, tugas Anda akan bertimbun. Anda tidak tahu apakah yang akan terjadi pada esok hari. Adalah sesuatu yang melegakan jika Anda memulai kerja hari ini tanpa ada pekerjaan kemarin yang masih tertinggal. Latihan yang baik adalah melakukan tugas dengan serta merta jika tugas itu hanya 5 menit atau kurang. Jika tugas itu lebih dari 5 menit, jadwalkan menurut prioritasnya. Coba bayangkan Anda dapat melakukan dua belas tugas dalam satu jam. Jika ada sepuluh orang seperti Anda dalam organisasi, efektivitas tugas Anda sungguh menakjubkan.
· Prioritas Waktu
Jika ada lebih dari satu schedule task yang harus dikerjakan dalam satu waktu apa yang harus kita lakukan ? Berikut ini arahan-arahan dalam memilih prioritas waktu :
Ø Prinsip Patero 80/20
Bahwa 80% dari nilai suatu kelompok kegiatan biasanya hanya terpusat pada 20% saja dari seluruh kegiatan tersebut.
Bila anda memiliki sebuah daftar pekerjaan harian yang berisi sepuluh pekerjaan, maka berarti anda dapat berharap untuk memperoleh efektifitas sebesar 80% dengan hanya berhasil menyelesaikan dua hal yang paling penting dari daftar anda !
Ø Di mana kekuatan Anda lebih dibutuhkan
Kita biasanya bekerja bersama TIM. Maka kajilah pada TIM yang mana kekuatan Anda lebih dibutuhkan. Lalu perkuatlah kekuatan TIM yang (terpaksa) Anda tinggalkan (secara psikologi atau Anda dapat meminta tugas-tugas yang dapat Anda selesaikan untuk meringankan beban TIM yang Anda tinggalkan)
INGAT !!!! Aktivitas manapun yang Anda pilih; Anda tetap tidak boleh melalaikan aktivitas lain yang Anda tinggalkan !
· Multi Tasking : Memanfaatkan waktu yang terluang
Bagaimana waktu berlalu ??? (simulasi)
Apa yang Anda lakukan pada menit-menit yang terluang, yaitu waktu yang Anda sebut sebagai waktu lebih? Adakah Anda sadar bahwa buku-buku dapat dihasilkan, Qur’an dan Hadis dapat dihafal sepenuhnya?
Waktu yang terluang itu mungkin beberapa menit sewaktu menunggu. Apakah anda menamakan waktu yang terluang ini sebagai waktu yang kreatif? 15 menit sehari bermakna sebelas hari setahun, 30 menit sehari bermakna 22 hari setahun.
Simulasi :
BERHARGANYA WAKTU YANG BERLALU : Kita semua tentu memiliki suatu keinginan untuk mengerjakan suatu aktivitas tertentu yang mungkin selama ini belum dapat kita laksanakan dengan alasan kita tidak memiliki waktu untuk mengerjakannya.
Tetapi bayangkan, jika Anda memiliki waktu kosong selama 260 jam dalam setahun, aktivitas apa saja yang ingin Anda kerjakan selama waktu tersebut ?
(Mintalah peserta untuk membayangkan dan menuliskannya)
Anda akan dapat menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang besar dalam jangka waktu seperti itu: Anda dapat
· Menghafal sebagian besar ayat-ayat Qur’an
· Mempelajari teknik-teknik membaca cepat
· Memperoleh keterampilan khusus
· Membuat lingkungan Anda paling indah untuk dilihat
· Mempelajari bahasa asing
· Menulis buku
Darimanakah Anda dapat memperoleh waktu 260 jam tersebut ?
Sebagai contoh, dengan mengabaikan satu jam pada setiap hari bekerja, Anda memperoleh 260 jam setahun atau sama dengan 32 hari bekerja penuh.
BAGAIMANA WAKTU BERLALU : Renungkanlah aktivitas rutin yang Anda kerjakan setiap hari lalu tuliskanlah beserta waktu yang Anda gunakan untuk mengerjakan aktivitas tersebut (Terutama aktivitas-aktivitas kosong, seperti menunggu kedatangan guru dikelas, menunggu waktu masuk sekolah, dll). Jika sudah, kalikan setiap waktu tersebut dengan 356. Itulah waktu yang Anda perlukan dalam setiap tahun untuk mengerjakan aktivitas tersebut.

1.c. Mengisi Waktu

1.c.i. Untuk apa saja waktu kita gunakan ?? (mungkin seperti ini :)
1. Ibadah dan peningkatan ketaqwaan
2. Penunaian hak-hak keluarga
3. Belajar. Belajar dari apa sih ??? Apakah hanya pelajaran sekolah saja ???
4. Aktivitas di KRM
5. Penunaian hak-hak tubuh dan istirahat. Bentuk istirahat yang baik itu bagaimana sih?
1.c.ii. Bagaimana cara memaksimalkan pemanfaatannya ??
1. Ibadah – peningkatan ketaqwaan
- Hadirkan ikhlas dan khusyu dalam ibadah. Inilah sumber kualitas dan buah dari ibadah
- Biasakan beribadah secara berjama’ah (shalat secara berjama’ah, berada di lingkungan ahli ibadah, dll). Hal ini akan lebih memotivasi dan menjaga keimanan diri
- Lakukan musyaratah dalam beribadah, sehingga amalan kita terpelihara. Siapkan “amunisi” agar mudah menggunakannya disaat luang
- Selalu alokasikan waktu secara rutin untuk mempelajari al-Islam. Ilmulah pembangkit amal.
- Pastikan untuk setiap hari menyisihkan sebagian waktu untuk berpikir (muhasabah), mengadakan refleksi dan membuat rencana (musyaratah). Barangkali, salah satu alasan mengapa anda sedemikian sibuk adalah bahwa anda tidak mengambil waktu untuk merencanakan.
- Jadikan setiap aktivitas kita menjadi ibadah dengan cara :
1. Niatkan karena Allah (biasakan memulai dengan do’a)
2. Jangan melakukan yang haram atau bid’ah
2. Penunaian hak-hak keluarga
- Perbagus akhlak !!! Hidup terlalu singkat untuk diisi dengan akhlak yang buruk. Gembirakan orang tua dan keluarga dengan akhlak yang baik. Tip-tipsnya lihat Birrul Walidain.
- Sering-sering memberi perhatian kepada anggota keluarga yang lain. Jadilah pribadi yang hangat.
3. Belajar :
- Belajarlah secara berkelompok dan manfaatkan keberadaan senior. Jangan membiarkan waktu terbuang hanya untuk memusingkan suatu soal
- Ketahui prioritas yang dipelajari (cari soal-soal contoh tahun lalu) Ingat prinsip 80-20.
- Manfaatkan metode-metode Quantum Learning untuk mengi-ngat, membaca dan mencatat.
- Mulai belajar dari materi yang sulit baru yang mudah. Karena di awal tubuh kita masih segar untuk memperlajari materi yang sukar.
- Banyak cari tahu cara belajar orang lain.
- Yang dipelajari di bangku sekolah hanyalah sebagian dari yang harus kamu pelajari untuk menjalani hidup kelak. Maka, beraktivitaslah di ROHANI untuk mendapatkan pelajaran yang tidak kamu pelajari di bangku sekolah
- Beradalah di lingkungan orang-orang yang berprestasi !
4. Aktivitas di ROHANI
- No comment. It’s our world man !!!!
5. Penunaian hak-hak tubuh dan istirahat
- Istirahat tidak harus selalu tidur. Yang penting adalah re-kreasi, yaitu kita menjadi segar kembali untuk melanjutkan aktivitas selanjutnya.
- Orang dapat ber-re-kreasi dengan melakukan hobi. And remember : ROHANI, Bertualang dalam berbagai pengalaman. Tapi yang penting : usahakan re-kreasi yang bermanfaat.
- Hak-hak tubuh meliputi : gizi yang cukup (jangan telat makan !), istirahat yang cukup dan olahraga yang cukup

1.d. Cara Scheedulling Waktu

1. Turunkan tujuan hidup kamu (baik skala jangka panjang atau menengah)
2. Turunkan misi apa saja yang harus kamu lakukan untuk mencapai tujuan hidup kamu itu. Kalau bisa temukan cara terbaik menyelesaikan misi tersebut.
3. Tentukan kapan saja misi itu harus sudah terlaksana (dalam domain waktu) :
Cara-cara scheeduling domain waktu :
o Penjadwalan waktu mingguan :
Catat tujuan terpenting yang harus dicapai selama minggu tersebut.
PERENCANAAN MINGGUAN
Waktu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jum’at
Sabtu
8.00






8.30






……






5.00






5.30






Tujuan no. 1 : _____________________________________________
Minggu ke : ______________________________________________
o Penjadwalan aktivitas harian : Menentukan aktivitas apa saja yang harus diselesaikan hari ini
“Tuliskan enam tugas yang paling penting yang harus anda lakukan besok pagi dan berilah nomor urut berdasarkan urutan kepentingannya. Masukkan kertas ini ke dalam saku anda dan besok pagi, hal pertama yang harus anda kerjakan adalah melihat pada tugas pertama dan segeralah mulai mengerjakannya sampai selesai. Kemudian kerjakan tugas kedua dan seterusnya. Lakukan hal ini sampai waktu pulang tiba dan jangan perduli apakah anda hanya dapat menyelesaikan satu atau dua tugas saja. Selanjutnya pada daftar baru untuk hari esoknya, cantumkan hal-hal yang belum terselesaikan di urutan paling atas dan tambahkan tugas-tugas penting yang berikutnya pada daftar tersebut sampai anda memiliki enam tugas lagi yang paling penting pada daftar harian anda. Dengan cara ini anda hanya akan selalu mengerjakan tugas yang penting-penting saja.
Berikan prioritas terhadap pekerjaan yang pokok.
Contoh :
1. Tujuan hidup saya jangka menengah : (6 bulan ini)
a. Lulus dari semester ini dengan rangking termasuk dalam 10 besar
i. Saya harus berusaha mengerjakan sebanyak mungkin soal-soal MT dan IPA
ii. Saya harus belajar Quantum Learning sebagai modal saya untuk menghafal materi-materi mata pelajaran hafalan
b. Tetap terbimbing dalam jalan Islam
i. Saya harus mendapat lingkungan yang Islami (Kharisma, ROHANI, DT, dll)
ii. Dalam seminggu saya harus meluangkan waktu minimal 2 jam untuk mempelajari Islam (mentoring, mendengar khutbah, dll)
c. Melancarkan kemampuan saya berbahasa Inggris
i. Jika orang tua saya berkecukupan, saya ingin les bahasa Inggris
ii. Jika tidak saya harus menciptakan lingkungan yang membiasakan berbahasa Inggris atau karena saya memiliki alumni saya akan sesering mungkin mengajaknya berbahasa Inggris atau saya meminjam saja buku-buku berbahasa Inggris.
d. Telah memiliki berbagai pengalaman berorganisasi agar mampu memimpin dan bekerjasama dengan orang lain => bekal saya untuk kerja kelak.
e. Saya harus memilih organisasi dimana saya dapat mencurahkan kemampuan saya sebaik mungkin.

1.e. Sebuah Renungan tentang Waktu

1. Bagaimana saya memboroskan waktu saya ? Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pemborosan waktu dimasa mendatang ?
2. Bagaimana saya memboroskan waktu orang-orang lain ? Waktu siapakah yang saya boroskan ? Bagaimana saya dapat mencegah terjadinya hal ini ?
3. Kegiatan-kegiatan apakah yang kini saya lakukan yang dapat dikurangi, dihilangkan atau diberikan untuk dikerjakan oleh orang lain ?
4. Apakah yang dilakukan orang lain yang memboroskan waktu saya? Apakah ada sesuatu yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan kejadian-kejadian di masa mendatang? Bila demikian apakah itu ?
5. Apa saja yang telah saya lakukan secara mendesak tetapi tidak penting artinya ?
6. Apakah yang saya lakukan yang mempunyai arti penting dipandang dari segi tujuan-tujuan saya?
7. Apakah saya mempergunakan waktu saya untuk mengejar hal-hal yang penting bagi diri saya? Bila tidak, mengapa? Bila ya, bagaimana ?
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dapat memberikan kepada anda banyak gagasan-gagasan yang akan memungkinkan anda dapat mempergunakan waktu anda secara lebih baik lagi
Maraji’
Jack Collis, Work Smarter not Harder
Hisham Al-Talib, Training Guide for Islamic Worker

Read More......
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Followers